Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 17. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 161
Link Soal
Salah satu indikator kuatnya nasionalisme seseorang dapat dilihat dari…
A
Frekuensi bepergian ke luar negeri.
B
Keterlibatan aktif dalam organisasi internasional.
C
Keikutsertaan dalam kegiatan upacara bendera dan perayaan nasional.
D
Kemampuan berbahasa asing yang fasih.
E
Kekayaan materi yang dimiliki.
NO. 162
Link Soal
Tantangan mendesak yang dihadapi bangsa Indonesia dalam rangka menyongsong era perdagangan bebas pada tahun 2020, seperti yang telah disepakati oleh Negara-negara anggota APEC adalah...
A
Jenis dan mutu barang-barang produksi yang lebih kompetitif
B
Tenaga kerja terampil dan mampu bekerja dalam lintas sektoral
C
Kerja sama yang lebih menguntungkan bagi ekonomi nasional
D
Barang produksi yang lebih unggul dalam kualitas dan kuantitas
E
Barang produksi untuk di ekspor ke negara lain
NO. 163
Link Soal
Konsep politik luar negeri Indonesia yang 'Bebas Aktif' pertama kali dicetuskan oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Dalam pidato bersejarahnya, beliau menguraikan posisi Indonesia di tengah konflik Blok Barat dan Blok Timur. Apa judul pidato tersebut?
A
Indonesia Menggugat
B
Mendayung di Antara Dua Karang
C
Di Bawah Bendera Revolusi
D
Jalannya Revolusi Kita
E
Penemuan Kembali Revolusi Kita
NO. 164
Link Soal
Dalam sidang BPUPKI, istilah 'Pancasila' tidak muncul secara tiba-tiba. Siapakah tokoh yang pertama kali memperkenalkan nama tersebut atas saran seorang ahli bahasa untuk menamai lima dasar negara?
A
Mohammad Yamin
B
Dr. Radjiman Wedyodiningrat
C
Ir. Soekarno
D
Soepomo
E
Drs. Moh. Hatta
NO. 165
Link Soal
Peristiwa Rengasdengklok sempat menegang karena perbedaan pendapat golongan muda dan tua. Siapakah tokoh yang berhasil menengahi dan menjemput Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta dengan jaminan proklamasi akan segera dilaksanakan?
A
Sutan Syahrir
B
Wikana
C
Achmad Soebardjo
D
Sayuti Melik
E
Chairul Saleh
NO. 166
Link Soal
Desa Mekarsari, sebuah desa adat di perbatasan negara, menerima tawaran bantuan investasi besar dari sebuah perusahaan multinasional asing untuk pengembangan ekowisata. Tawaran tersebut sangat menjanjikan peningkatan ekonomi dan fasilitas modern, namun perusahaan tersebut juga mensyaratkan perubahan dalam pengelolaan lahan adat dan memperkenalkan konsep kepemilikan individu yang berpotensi mengikis sistem komunal serta nilai gotong royong yang selama ini menjadi fondasi kearifan lokal dan semangat nasionalisme di desa. Sebagai seorang tokoh masyarakat yang memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai nasionalisme dan Bhinneka Tunggal Ika, langkah strategis manakah yang paling tepat Anda ambil untuk menyikapi situasi ini?
A
Menerima sepenuhnya tawaran investasi dengan keyakinan bahwa modernisasi akan membawa kemajuan, dan nilai-nilai luhur akan tetap lestari secara alamiah.
B
Menolak secara tegas tawaran investasi asing karena dianggap sebagai bentuk intervensi yang dapat merusak kedaulatan budaya dan ekonomi lokal.
C
Mengadakan musyawarah dengan seluruh elemen masyarakat untuk merumuskan syarat dan ketentuan yang adaptif, memastikan investasi berjalan selaras dengan pelestarian kearifan lokal dan prinsip ekonomi kerakyatan, serta menegaskan posisi tawar desa.
D
Mengusulkan agar pemerintah daerah mengambil alih seluruh proses negosiasi dan pengelolaan investasi, sehingga tanggung jawab sepenuhnya berada di tangan pemerintah.
E
Membiarkan masyarakat desa secara individu bernegosiasi dengan perusahaan, dengan keyakinan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk meningkatkan kesejahteraan pribadinya.
NO. 167
Link Soal
Indonesia, sebagai negara majemuk yang kaya akan budaya lokal, menghadapi dilema dalam menghadapi arus globalisasi. Di satu sisi, keterbukaan membawa kemajuan dan peluang; di sisi lain, berpotensi mengikis identitas budaya dan nasionalisme. Pemerintah berencana membangun 'Pusat Kebudayaan Global' yang akan memamerkan seni dan budaya dari seluruh dunia, diiringi workshop dan pertukaran budaya, dengan tujuan menjadikan Indonesia pusat diplomasi budaya. Namun, proyek ini menuai pro dan kontra. Sebagian berpendapat ini adalah strategi cerdas untuk memajukan Indonesia di kancah global, sementara yang lain khawatir akan hilangnya jati diri bangsa.
Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai-nilai nasionalisme Pancasila, bagaimana Anda menyikapi proyek 'Pusat Kebudayaan Global' tersebut agar manfaat globalisasi dapat diraih tanpa mengorbankan penguatan identitas nasional dan semangat kebangsaan?
A
Mendukung dengan syarat bahwa kurikulum dan program Pusat Kebudayaan Global harus secara proporsional mengedepankan kekayaan budaya nasional Indonesia sebagai tuan rumah, serta menjadikan ajang tersebut sebagai wadah afirmasi dan promosi budaya lokal ke mata dunia.
B
Menolak keras proyek tersebut karena dikhawatirkan akan menjadi pintu masuk budaya asing yang merusak nilai-nilai luhur bangsa dan melemahkan rasa cinta tanah air.
C
Mendukung tanpa syarat dengan harapan bahwa masyarakat Indonesia cukup dewasa untuk memfilter sendiri pengaruh budaya asing dan tetap mempertahankan nasionalisme mereka.
D
Mendukung penuh karena proyek ini akan menempatkan Indonesia di garis depan pergaulan internasional dan menunjukkan kematangan bangsa dalam menerima keberagaman global.
E
Mengusulkan agar dana proyek dialihkan seluruhnya untuk memperkuat program-program kebudayaan lokal di daerah-daerah guna membentengi diri dari pengaruh globalisasi.
NO. 168
Link Soal
Teks yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945 termuat dalam Piagam Jakarta. Dokumen bersejarah ini secara resmi disahkan pada tanggal...
A
29 Mei 1945.
B
1 Juni 1945.
C
22 Juni 1945.
D
14 Juni 1945.
E
17 Agustus 1945.
NO. 169
Link Soal
Perjanjian Renville yang berlangsung pada tanggal 8 Desember 1947 melibatkan delegasi Indonesia dan Belanda. Siapakah tokoh yang memimpin delegasi Indonesia dalam perundingan tersebut?
A
R. Abdul Kadir Widjojoatmodjo
B
Mr. Amir Syarifudin
C
Mohammad Hatta
D
Ir. Soekarno
E
Chairul Saleh
NO. 170
Link Soal
Dalam sejarah kepemimpinan nasional di Indonesia, tokoh yang mendampingi Presiden sebagai Wakil Presiden pada masa bakti 1993 - 1998 adalah...
A
Sudharmono
B
Tri Sutrisno
C
Umar Wirahadikusuma
D
Hamzah Haz
E
Sri Sultan Hamengkubuwono IX