Pembahasan Soal TWKK - Nasionalisme 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 1103. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 171
Link Soal
Penetapan resmi Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI melalui mekanisme sidang PPKI terjadi pada...
A
17 Agustus 1945
B
1 Juni 1945
C
18 Agustus 1945
D
22 Juni 1945
E
16 Agustus 1945
NO. 172
Link Soal
Pimpinan tertinggi atau ketua dari Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dijabat oleh tokoh...
A
Ir. Soekarno
B
Drs. Mohammad Hatta
C
Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat
D
Mr. Soepomo
E
R.P. Soeroso
NO. 173
Link Soal
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" diadopsi sebagai semboyan negara untuk menjaga persatuan. Makna filosofis dari semboyan ini adalah ...
A
berbeda-beda tetapi tetap satu juga
B
persatuan Indonesia adalah hal yang utama
C
seluruh daerah di Indonesia memiliki budaya yang sama
D
hanya satu budaya yang boleh diakui di Indonesia
E
semua wilayah di Indonesia harus mengikuti budaya pusat
NO. 174
Link Soal
Setelah periode perjuangan fisik merebut dan mempertahankan kemerdekaan, Indonesia memasuki fase pembangunan yang intensif. Nasionalisme yang awalnya diartikan sebagai semangat 'merebut' dan 'membela' negara dari penjajah, kini bergeser menjadi semangat 'membangun' dan 'mengisi' kemerdekaan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Pergeseran ini menuntut adaptasi fundamental dalam pemahaman dan praktik kewarganegaraan. Bagaimana pergeseran interpretasi nasionalisme ini menuntut perubahan paling esensial dalam cara warga negara memandang dan melaksanakan 'bela negara' dalam konteks pasca-kemerdekaan?
A
Dari kesiapan mengangkat senjata menjadi partisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya, serta integritas dalam menjalankan profesi untuk kemajuan bangsa.
B
Dari pengorbanan nyawa untuk mempertahankan wilayah menjadi kepatuhan terhadap hukum dan peraturan pemerintah demi terciptanya ketertiban sosial.
C
Dari semangat anti-asing dan proteksionisme menjadi keterbukaan terhadap inovasi dan investasi global yang membawa manfaat bagi bangsa.
D
Dari identifikasi diri dengan kelompok perjuangan menjadi identifikasi diri yang kuat dengan negara dan ideologi Pancasila sebagai pemersatu bangsa.
E
Dari fokus pada kepemimpinan militer menjadi penguatan peran intelektual dan akademisi dalam merumuskan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat.
NO. 175
Link Soal
Dalam sejarah kerja sama internasional, terdapat organisasi regional di wilayah Asia-Pasifik yang menitikberatkan pada penguatan SDM serta pembangunan ekonomi dan sosial kolektif, yaitu...
A
APEC
B
OPEC
C
Colombo Plan
D
AFTA
E
IMF
NO. 176
Link Soal
Konferensi Asia Afrika sebelumnya diprakarsai dengan adanya Konferensi Pancanegara, di bawah ini bukan negara yang hadir di Konferensi Pancanegara adalah...
A
Indonesia
B
India
C
Pakistan
D
Burma
E
Malaysia
NO. 177
Link Soal
Dalam konsep Wawasan Nusantara, laut bukan dipandang sebagai pemisah daratan, melainkan sebagai penghubung. Konsep kesatuan wilayah perairan ini dikenal dengan istilah...
A
Archipelago State
B
Continental Shelf
C
Zone Ekonomi Eksklusif
D
Mare Liberum
E
Terra Nullius
NO. 178
Link Soal
Sejarah mencatat bahwa penyebaran dan pertumbuhan bahasa Melayu sebagai lingua franca (bahasa pergaulan) di Nusantara sangat didukung oleh peran kelompok...
A
Pedagang dan penyebar agama
B
Pedagang dan nelayan
C
Petani dan nelayan
D
Petani dan pedagang
E
Buruh dan majikan
NO. 179
Link Soal
Berakhirnya dominasi kekuasaan ras kulit putih di Afrika Selatan ditandai dengan sebuah peristiwa politik bersejarah, yaitu...
A
Keluarnya Afrika Selatan dari Commonwealth
B
Pemberian sanksi embargo oleh PBB
C
Kerusuhan Soweto
D
Kemenangan partai ANC dalam pemilu multirasial
E
Wafatnya tokoh Apartheid Hendrik Verwoerd
NO. 180
Link Soal
Pemerintah daerah "X" mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang menekankan penggunaan bahasa daerah dan promosi budaya lokal secara eksklusif dalam setiap kegiatan resmi serta kurikulum pendidikan. Ranperda ini bahkan mengusulkan pembatasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik tertentu dengan alasan untuk melestarikan identitas lokal yang terancam punah. Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat terkait potensi disintegrasi dan melemahnya semangat persatuan bangsa.
Bagaimana seharusnya pemerintah pusat menyikapi inisiatif kebijakan pemerintah daerah "X" tersebut dalam kerangka nilai-nilai Pancasila dan prinsip nasionalisme Indonesia?
A
Mendukung penuh Ranperda tersebut sebagai bentuk otonomi daerah dan keberagaman budaya yang merupakan kekayaan bangsa.
B
Menolak tegas Ranperda tersebut karena dianggap mengancam persatuan dan kesatuan bangsa serta mengabaikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
C
Melakukan dialog dengan pemerintah daerah "X" untuk mencari titik temu yang dapat mengakomodasi pelestarian budaya lokal tanpa mengorbankan persatuan nasional dan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
D
Menginstruksikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan kurikulum nasional yang lebih inklusif terhadap budaya lokal di seluruh Indonesia.
E
Membiarkan Ranperda tersebut disahkan, namun meminta masyarakat untuk tetap menjunjung tinggi Bahasa Indonesia dan simbol negara lainnya secara sukarela.