Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 3. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 21
Link Soal
Di tengah gelombang globalisasi dan berbagai tantangan lintas batas seperti perubahan iklim global, pandemi, dan krisis ekonomi, konsep nasionalisme seringkali dihadapkan pada dilema antara kepentingan nasional dan kebutuhan kerja sama internasional. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat merefleksikan esensi nasionalisme Pancasila dalam menyikapi tantangan tersebut?
A
Mengutamakan kepentingan dan kedaulatan nasional secara mutlak, menolak kerja sama internasional yang berpotensi mengurangi sedikit pun otonomi negara.
B
Mengembangkan identitas nasional yang kokoh dan mandiri, sambil secara proaktif berkontribusi dalam forum-forum global untuk mencari solusi bersama demi kemaslahatan umat manusia.
C
Memprioritaskan pembangunan ekonomi dan pertahanan domestik sebagai bentuk nasionalisme sejati, dengan asumsi kekuatan internal akan secara otomatis dihormati tanpa perlu keterlibatan ekstensif di kancah global.
D
Mendukung setiap inisiatif global yang bertujuan menciptakan tatanan dunia baru, bahkan jika itu berarti mengorbankan sebagian identitas atau kepentingan nasional demi persatuan global.
E
Menjaga jarak dari negara-negara yang memiliki ideologi atau sistem pemerintahan berbeda, serta memfokuskan hubungan hanya pada negara-negara yang memiliki kesamaan nilai dan pandangan.
NO. 22
Link Soal
Organisasi pergerakan nasional yang pertama kali bergerak dalam bidang politik dan secara terang-terangan menuntut kemerdekaan Indonesia adalah...
A
Budi Utomo
B
Sarekat Islam
C
Indische Partij
D
Perhimpunan Indonesia
E
Partai Nasional Indonesia
NO. 23
Link Soal
Teks proklamasi disusun oleh tiga tokoh utama di kediaman Laksamana Maeda. Siapakah ketiga tokoh penyusun tersebut?
A
Sukarno, Hatta, dan Sayuti Melik
B
Sukarno, Hatta, dan Ahmad Soebardjo
C
Sukarno, Hatta, dan Sukarni
D
Sukarno, Hatta, dan Moh. Yamin
E
Sukarno, Hatta, dan B.M. Diah
NO. 24
Link Soal
Perang Puputan Margarana di Bali dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Perang habis-habisan ini dipicu oleh penolakan Ngurah Rai terhadap ajakan Belanda untuk...
A
Menjadi pemimpin boneka di wilayah Bali
B
Bergabung dalam Negara Indonesia Timur (NIT)
C
Menyerahkan senjata pasukan Ciung Wanara
D
Membubarkan pasukan TKR di wilayah Sunda Kecil
E
Mengakui Perjanjian Linggarjati yang merugikan
NO. 25
Link Soal
Di era otonomi daerah dan globalisasi, sebuah pemerintah kabupaten sedang merancang Peraturan Daerah (Perda) yang secara tegas membatasi masuknya produk dan investasi dari luar wilayah kabupaten, bahkan dari provinsi lain di Indonesia, dengan alasan untuk melindungi perekonomian lokal dan identitas budaya setempat. Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpegang teguh pada nilai nasionalisme dan persatuan bangsa, bagaimana Anda seharusnya menyikapi rancangan Perda tersebut?
A
Mendukung penuh rancangan Perda tersebut sebagai bentuk konkret implementasi kedaulatan daerah dan keberpihakan terhadap ekonomi lokal.
B
Menolak secara mutlak Perda tersebut karena setiap pembatasan antar-wilayah di Indonesia akan merusak integrasi ekonomi nasional dan mengikis semangat persatuan.
C
Mengusulkan kajian mendalam terhadap Perda tersebut dengan melibatkan pakar hukum tata negara dan ekonomi nasional untuk memastikan bahwa Perda tersebut tidak bertentangan dengan UUD 1945 dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika, serta mencari solusi yang harmonis antara kepentingan lokal dan nasional.
D
Membiarkan Perda tersebut karena merupakan kewenangan otonomi daerah, tanpa perlu intervensi dari ASN yang bukan bagian dari pemerintah daerah tersebut.
E
Mengadvokasi agar Perda tersebut dijadikan contoh bagi daerah lain untuk memperkuat identitas dan ekonomi lokal masing-masing, sebagai wujud keberagaman Indonesia.
NO. 26
Link Soal
Sumpah Pemuda 1928 bukan hanya tentang ikrar satu nusa, bangsa, dan bahasa, tetapi juga tonggak perubahan strategi perjuangan. Perubahan strategi seperti apa yang paling menonjol pasca Sumpah Pemuda?
A
Dari perjuangan fisik bersenjata menjadi perjuangan diplomasi.
B
Dari perjuangan bersifat kedaerahan (lokal) menjadi perjuangan bersifat nasional (persatuan).
C
Dari perjuangan radikal menjadi kooperatif dengan Belanda.
D
Dari perjuangan kaum tua menjadi perjuangan kaum muda saja.
E
Dari perjuangan politik menjadi perjuangan ekonomi.
NO. 27
Link Soal
Shimao International Plaza merupakan salah satu pencakar langit ikonik di Tiongkok yang rampung pada tahun 2005. Bangunan setinggi 331 meter dengan total 60 lantai ini terletak di wilayah...
A
Pyongyang
B
Shanghai
C
Hong Kong
D
Wuhan
E
Kaohsiung
NO. 28
Link Soal
Indonesia memiliki wilayah laut yang sangat luas dan kaya akan sumber daya alam. Namun, pengelolaan wilayah laut sering kali menghadapi tantangan berupa kerusakan ekosistem laut akibat penangkapan ikan yang berlebihan dan pencemaran. Bagaimana langkah yang paling efektif bagi pemerintah untuk memastikan pengelolaan laut yang berkelanjutan dan menjaga kekayaan alam tersebut?
A
Mengizinkan penangkapan ikan secara bebas tanpa batas
B
Mengedukasi nelayan tentang praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas penangkapan ikan ilegal
C
Melarang semua aktivitas penangkapan ikan di laut Indonesia
D
Membiarkan perusahaan asing mengelola sumber daya laut Indonesia
E
Menetapkan harga jual ikan yang lebih tinggi untuk mengurangi konsumsi
NO. 29
Link Soal
Bagi suatu bangsa, tujuan esensial dari pengembangan rasa nasionalisme adalah untuk ....
A
Membangun hegemoni politik regional yang dominan.
B
Memperkokoh solidaritas, persatuan, dan kesatuan bangsa.
C
Mengembangkan ideologi ultranasionalis yang eksklusif.
D
Mengisolasi diri dari interaksi dan kerjasama global.
E
Menegaskan superioritas bangsa sendiri di mata dunia.
NO. 30
Link Soal
Dalam sejarah pergerakan nasional, terdapat organisasi yang dianggap sebagai pelopor partai politik modern pertama di Indonesia karena secara tegas mencantumkan tujuan mencapai kemerdekaan. Organisasi manakah yang dimaksud?
A
Budi Utomo
B
Sarekat Islam
C
Partai Nasional Indonesia
D
Indische Partij
E
Perhimpunan Indonesia