Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 30. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 291
Link Soal
Setelah serangan pertama, kota kedua di Jepang yang menjadi sasaran bom atom Amerika Serikat adalah Nagasaki, yang terjadi pada...
A
7 Agustus 1945
B
9 Agustus 1945
C
12 Agustus 1945
D
15 Agustus 1945
E
16 Agustus 1945
NO. 292
Link Soal
Nasionalisme dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika berarti…
A
Menyeragamkan semua perbedaan budaya.
B
Menghapus perbedaan suku dan agama.
C
Mengutamakan persatuan tanpa menghilangkan keberagaman.
D
Mengabaikan perbedaan demi kepentingan negara.
E
Hanya mengakui satu kebudayaan nasional.
NO. 293
Link Soal
BPUPKI mengawali rangkaian sidangnya dengan agenda utama membahas dasar negara. Secara resmi, sidang pertama tersebut berlangsung pada rentang waktu...
A
28 Mei sampai 1 Juni 1945
B
29 Mei sampai 1 Juni 1945
C
1 Juni sampai 31 Juli 1945
D
29 Mei sampai 31 Mei 1945
E
28 Mei sampai 31 Juni 1945
NO. 294
Link Soal
Fenomena korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta praktik birokrasi yang lambat dan berbelit-belit masih menjadi tantangan serius di Indonesia. Praktik-praktik ini secara langsung merugikan negara dan rakyat, menghambat pembangunan, serta mengikis kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Jika nasionalisme diartikan sebagai pengabdian tulus demi kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat, maka KKN adalah bentuk anti-nasionalisme yang paling merusak. Bagaimana perilaku KKN ini, secara fundamental, merusak fondasi nasionalisme yang seharusnya berlandaskan pada pengabdian dan integritas, serta apa implikasinya terhadap legitimasi negara di mata warganya?
A
Menciptakan jurang kepercayaan yang dalam antara rakyat dan pemerintah, karena perilaku koruptif menunjukkan pengkhianatan terhadap amanah dan kepentingan publik, sehingga melemahkan legitimasi negara.
B
Menyebabkan kerugian finansial negara yang besar, menghambat alokasi dana untuk program-program pembangunan penting yang seharusnya meningkatkan kualitas hidup rakyat.
C
Mendorong budaya permisif di masyarakat di mana individu lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kepentingan bersama, mengikis etos kerja dan gotong royong.
D
Mempersulit masuknya investasi asing karena iklim usaha yang tidak kondusif dan sarat pungli, sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
E
Merusak reputasi Indonesia di mata dunia internasional, yang dapat berdampak pada citra negara dan posisi tawar dalam hubungan diplomatik dan perdagangan.
NO. 295
Link Soal
Di era globalisasi yang ditandai dengan interkoneksi antarnegara dan munculnya isu-isu transnasional seperti perubahan iklim, pandemi, serta digitalisasi, konsep nasionalisme seringkali dihadapkan pada tantangan baru. Sebagian berpendapat nasionalisme harus lebih inklusif dan adaptif terhadap nilai-nilai universal, sementara yang lain bersikeras pada penguatan identitas dan kepentingan nasional murni. Dalam konteks Indonesia, yang kaya akan keberagaman dan memiliki Pancasila sebagai dasar negara, bagaimana seharusnya nasionalisme diimplementasikan untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus berdaya saing di kancah global?
A
Mengedepankan kepentingan nasional absolut di atas segala-galanya, bahkan jika bertentangan dengan konsensus global, demi kedaulatan penuh dan kemandirian.
B
Membuka diri terhadap pengaruh asing dan nilai-nilai universal secara total, sehingga identitas nasional dapat beradaptasi dan berkembang tanpa batasan demi kemajuan global.
C
Memperkuat nasionalisme berbasis nilai-nilai Pancasila yang inklusif, toleran, dan mengedepankan kerja sama internasional tanpa mengorbankan identitas serta kepentingan strategis bangsa.
D
Mengutamakan pembangunan ekonomi domestik dengan membatasi investasi asing dan menolak perjanjian perdagangan internasional yang dianggap merugikan, agar kemandirian ekonomi terjaga sepenuhnya.
E
Mendorong homogenisasi budaya dan bahasa nasional untuk memastikan kesatuan identitas yang solid di tengah keberagaman, agar bangsa lebih kuat menghadapi tantangan global.
NO. 296
Link Soal
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menyelenggarakan sidang pertamanya pada kurun waktu...
A
1 Maret – 1 Juni 1945
B
29 Mei – 22 Juni 1945
C
1 Juni – 22 Juni 1945
D
7 Agustus – 18 Agustus 1945
E
29 Mei – 1 Juni 1945
NO. 297
Link Soal
Berakhirnya dominasi kekuasaan ras kulit putih di Afrika Selatan ditandai dengan sebuah peristiwa politik bersejarah, yaitu...
A
Keluarnya Afrika Selatan dari Commonwealth
B
Pemberian sanksi embargo oleh PBB
C
Kerusuhan Soweto
D
Kemenangan partai ANC dalam pemilu multirasial
E
Wafatnya tokoh Apartheid Hendrik Verwoerd
NO. 298
Link Soal
Sistem segregasi rasial atau Apartheid di Afrika Selatan menjadi sorotan dunia. Tokoh yang menjabat sebagai presiden Afrika Selatan saat era Apartheid benar-benar berakhir dan transisi demokrasi terwujud adalah...
A
Pieter Willem Botha
B
Nelson Mandela
C
F.W. de Klerk
D
Thabo Mbeki
E
Jacob Zuma
NO. 299
Link Soal
Siapakah sosok yang dipercaya menjabat sebagai ketua saat Partai Nasional Indonesia (PNI) pertama kali didirikan dengan visi mewujudkan kedaulatan NKRI?
A
Moh. Yamin
B
Ir. Soekarno
C
Achmad Soebardjo
D
Amir Syamsudin
E
Supriyadi
NO. 300
Link Soal
Di tengah gelombang globalisasi dan berbagai tantangan lintas batas seperti perubahan iklim global, pandemi, dan krisis ekonomi, konsep nasionalisme seringkali dihadapkan pada dilema antara kepentingan nasional dan kebutuhan kerja sama internasional. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat merefleksikan esensi nasionalisme Pancasila dalam menyikapi tantangan tersebut?
A
Mengutamakan kepentingan dan kedaulatan nasional secara mutlak, menolak kerja sama internasional yang berpotensi mengurangi sedikit pun otonomi negara.
B
Mengembangkan identitas nasional yang kokoh dan mandiri, sambil secara proaktif berkontribusi dalam forum-forum global untuk mencari solusi bersama demi kemaslahatan umat manusia.
C
Memprioritaskan pembangunan ekonomi dan pertahanan domestik sebagai bentuk nasionalisme sejati, dengan asumsi kekuatan internal akan secara otomatis dihormati tanpa perlu keterlibatan ekstensif di kancah global.
D
Mendukung setiap inisiatif global yang bertujuan menciptakan tatanan dunia baru, bahkan jika itu berarti mengorbankan sebagian identitas atau kepentingan nasional demi persatuan global.
E
Menjaga jarak dari negara-negara yang memiliki ideologi atau sistem pemerintahan berbeda, serta memfokuskan hubungan hanya pada negara-negara yang memiliki kesamaan nilai dan pandangan.