Bank Soal TWKK CPNS 2026: Nasionalisme
Halaman 42. Silakan pilih topik materi untuk berlatih.
Ganti Topik Materi
NO. 411
Link Soal
Bukti sejarah bahwa nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan sejak masa kerajaan Nusantara terlihat pada Kerajaan Kutai, yaitu berupa...
A
Penyusunan kitab undang-undang kerajaan yang adil
B
Pemberian sedekah sapi kepada para Brahmana
C
Kerja sama maritim dengan kerajaan tetangga
D
Sistem pemilihan raja secara musyawarah
E
Pembangunan candi sebagai tempat ibadah bersama
NO. 412
Link Soal
Ketika Agresi Militer Belanda II terjadi, Kabinet Hatta menginstruksikan pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) melalui surat mandat yang ditujukan ke dua lokasi strategis, yaitu...
A
Yogyakarta dan Sumatera
B
Bukit Tinggi dan Yogyakarta
C
New Delhi dan Bukit Tinggi
D
New Delhi dan Madura
E
Sumatera dan Irian
NO. 413
Link Soal
Siapakah tokoh yang memimpin Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai?
A
Mohammad Yamin
B
Ahmad Soebardjo
C
Dr. Radjiman Wideodiningrat
D
Mr. Soepomo
E
Ir. Soekarno
NO. 414
Link Soal
Nasionalisme dalam perspektif yang luas dan positif dapat diartikan sebagai ....
A
Paham yang menuntut kesetiaan tertinggi individu hanya kepada etnis atau kelompoknya sendiri.
B
Perasaan cinta dan bangga yang mendalam terhadap tanah air tanpa merendahkan martabat bangsa lain.
C
Pandangan yang menganggap bangsa sendiri superior dan berhak mendominasi bangsa lain.
D
Sikap terlalu mencintai negara sendiri hingga menolak interaksi dengan dunia luar.
E
Afiliasi kelompok yang menganggap kepentingan nasional mutlak di atas segala-galanya, termasuk kemanusiaan.
NO. 415
Link Soal
Dalam sejarah diplomasi mempertahankan kemerdekaan, Indonesia pernah terikat dalam perjanjian yang menyebabkan wilayah Republik Indonesia menjadi sangat sempit dan terkepung oleh wilayah pendudukan Belanda. Perjanjian yang dimaksud adalah...
A
Perjanjian Linggarjati
B
Konferensi Meja Bundar
C
Perjanjian Roem-Royen
D
Perjanjian Renville
E
Konferensi Malino
NO. 416
Link Soal
Partai Nasional Indonesia (PNI) memiliki strategi perjuangan yang tegas menolak bekerja sama dengan pemerintah kolonial. Strategi dan asas perjuangan ini dikenal dengan istilah...
A
Koperasi dan Marhaenisme
B
Radikalisme dan Liberalisme
C
Non-koperasi dan Marhaenisme
D
Bawah tanah dan Gerilya
E
Diplomasi dan Negosiasi
NO. 417
Link Soal
Bapak Karto, seorang pejabat publik di Kabupaten Bhinneka, kerap kali dalam berbagai kesempatan resmi dan kebijakan pengadaan di instansinya menganjurkan penggunaan produk-produk impor, dengan alasan kualitas dan harga yang lebih bersaing. Ia cenderung mengabaikan produk-produk lokal yang sebenarnya memiliki kualitas setara dan potensi besar untuk menggerakkan perekonomian daerah serta nasional. Sikap Bapak Karto ini menimbulkan kegelisahan di kalangan pelaku UMKM lokal dan masyarakat, yang merasa bahwa kebijakan tersebut tidak sejalan dengan semangat cinta produk dalam negeri. Berdasarkan studi kasus ini, tindakan Bapak Karto dapat diartikan sebagai pelanggaran prinsip nasionalisme Indonesia, khususnya dalam aspek...
A
Mendukung kedaulatan ekonomi dan kemandirian bangsa.
B
Memperkuat persatuan dan kesatuan melalui keberagaman budaya.
C
Mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi dan golongan.
D
Menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi Pancasila dalam setiap kebijakan.
E
Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk daya saing global.
NO. 418
Link Soal
Keanggotaan Panitia Sembilan sengaja disusun untuk mencapai mufakat antara dua pandangan besar di Indonesia saat itu, yaitu...
A
Golongan Tua dan Golongan Muda
B
Golongan Militer dan Golongan Sipil
C
Golongan Nasionalis dan Golongan Islam
D
Golongan Federalis dan Golongan Unitaris
E
Golongan Bangsawan dan Golongan Rakyat
NO. 419
Link Soal
Di bawah ini, tokoh Panitia Sembilan yang bertindak sebagai representasi dari golongan Islam adalah...
A
Soekarno
B
Abdoel Kahar Moezakkir
C
Ahmad Soebardjo
D
A.A. Maramis
E
Mohammad Hatta
NO. 420
Link Soal
Siapakah tokoh yang menjadi delegasi negara Pakistan dalam Konferensi Panca Negara di Bogor pada 28 Desember 1954?
A
Jawaharlal Nehru
B
Mohammad Ali Bogra
C
U Nu
D
P.M. Ceylon
E
Sir John Kotelawala