Pembahasan Soal TWKK - Pilar Negara 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 830. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 31
Link Soal
Pemerintah meluncurkan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri mulai tahun 2007. Tujuan utama dari program pembangunan ini adalah...
A
Meningkatkan devisa negara melalui ekspor
B
Menanggulangi kemiskinan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat
C
Membangun infrastruktur jalan tol di seluruh pulau besar
D
Memberikan bantuan tunai langsung tanpa syarat
E
Meningkatkan investasi asing di sektor pertambangan
NO. 32
Link Soal
Salah satu butir pengamalan Pancasila adalah larangan untuk memaksakan kehendak kepada orang lain. Sikap luhur ini merupakan cerminan dari sila...
A
Ketuhanan Yang Maha Esa
B
Kemanusiaan yang adil dan beradab
C
Persatuan Indonesia
D
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
E
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
NO. 33
Link Soal
Agar usul mengenai perubahan pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar dapat secara resmi dimasukkan ke dalam agenda sidang MPR, maka usulan tersebut harus diajukan oleh setidaknya...
A
Setengah dari total anggota DPR
B
Satu per tiga dari total anggota MPR
C
Dua per tiga dari anggota DPR
D
Tiga per empat dari anggota MPR
E
Satu per empat dari anggota DPR
NO. 34
Link Soal
Salah satu lembaga negara yang berwenang mengusulkan pengangkatan Hakim Agung kepada DPR serta menjaga dan menegakkan kehormatan keluhuran martabat dan perilaku hakim adalah...
A
Mahkamah Agung (MA)
B
Mahkamah Konstitusi (MK)
C
Komisi Yudisial (KY)
D
Kejaksaan Agung
E
Kementerian Hukum dan HAM
NO. 35
Link Soal
Dalam semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika', frasa 'Tunggal Ika' merepresentasikan suatu konsep penting bagi bangsa Indonesia, yaitu...
A
Realitas sosial masyarakat
B
Cita-cita kebangsaan
C
Jembatan emas kemerdekaan
D
Kemerdekaan bangsa
E
Kedaulatan negara
NO. 36
Link Soal
Pemerintah suatu daerah mengeluarkan kebijakan yang melarang penggunaan bahasa daerah tertentu dalam ruang publik demi mendorong penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, dengan alasan untuk memperkuat rasa kebangsaan dan persatuan. Kebijakan ini menuai pro dan kontra di masyarakat. Apabila kebijakan tersebut ditinjau dari perspektif Pilar Negara, implikasi terburuk yang dapat muncul dari kebijakan tersebut adalah...
A
Mengikis semangat persatuan karena menghilangkan identitas lokal yang merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa.
B
Melanggar prinsip kedaulatan rakyat karena tidak melibatkan partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan.
C
Menghambat pembangunan ekonomi daerah karena potensi pariwisata berbasis budaya lokal menjadi berkurang.
D
Menimbulkan ketegangan sosial dan memecah belah masyarakat akibat diskriminasi terhadap penutur bahasa daerah.
E
Menciptakan generasi muda yang kurang menghargai sejarah dan warisan budaya nenek moyang mereka.
NO. 37
Link Soal
Apa langkah strategis yang harus diambil pemerintah untuk mempertahankan keutuhan NKRI saat menghadapi ancaman separatisme di daerah tertentu?
A
Mengizinkan wilayah dengan potensi separatisme untuk memisahkan diri.
B
Menangani ancaman separatisme dengan pendekatan militer semata.
C
Menggunakan pendekatan terpadu dengan dialog, pembangunan ekonomi, dan penegakan hukum.
D
Memberikan otonomi penuh tanpa pengawasan untuk mengurangi ketegangan.
E
Mengabaikan tuntutan wilayah yang memiliki keinginan separatis.
NO. 38
Link Soal
Asas hukum yang menyatakan bahwa undang-undang yang baru akan membatalkan keberlakuan undang-undang lama yang mengatur materi yang sama adalah...
A
Lex Posterior Derogat Legi Priori
B
Lex Specialis Derogat Legi Generali
C
Lex Superior Derogat Legi Inferiori
D
Asas Legalitas
E
Asas Teritorial
NO. 39
Link Soal
ASEAN dibentuk oleh lima negara pelopor di Asia Tenggara. Manakah dari negara berikut yang termasuk dalam daftar negara pendiri ASEAN?
A
Kamboja
B
Filipina
C
Vietnam
D
Laos
E
Myanmar
NO. 40
Link Soal
Siapakah tokoh yang mengemukakan pendapat bahwa Pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun dan sempat tertutup oleh kebudayaan Barat?
A
Prof. Dr. Soepomo
B
Moh. Yamin
C
Ir. Soekarno
D
Drs. Moh. Hatta
E
Radjiman Widyodiningrat