Pembahasan Soal TWKK - Bahasa Indonesia 2026
Fokus membahas soal nomor ID: 2562. Lihat semua soal
Ganti Topik Materi
NO. 121
Link Soal
Perhatikan kalimat berikut:
"Menurut Kepala Pusat Bahasa dan Perbukuan menjelaskan bahwa literasi digital merupakan kunci utama, untuk menghadapi tantangan era globalisasi."
Kesalahan penggunaan kaidah PUEBI yang paling tepat pada kalimat tersebut terdapat pada bagian....
A
Penggunaan frasa "Menurut...menjelaskan bahwa" yang redundan.
B
Penempatan tanda koma sebelum frasa "untuk menghadapi".
C
Penulisan frasa "literasi digital" yang seharusnya diawali huruf kapital.
D
Penggunaan kata "merupakan" yang seharusnya "adalah".
E
Tidak adanya tanda titik di akhir kalimat.
NO. 122
Link Soal
Perhatikan kalimat nomor (2) dalam paragraf tentang petani kopi: 'Mereka berusaha sangat keras sekali mencapai budidaya seratus persen organik.' Mengapa kalimat tersebut dikategorikan tidak efektif?
A
Karena mengandung pemborosan kata (pleonasme)
B
Karena tidak memiliki subjek
C
Karena maknanya ambigu
D
Karena kesalahan ejaan
E
Karena struktur kalimat tidak lengkap
NO. 123
Link Soal
Frase idiomatik adalah gabungan kata yang maknanya tidak bisa diterjemahkan secara harfiah. Manakah kalimat berikut yang merupakan kalimat murni tanpa frase idiomatik?
A
Kelompok pemusik tersebut kini sedang naik daun.
B
Ketua yayasan sedang menyapa staf di depan kantor.
C
Karena sikapnya yang keras kepala, dia sulit dinasihati.
D
Anak itu dianggap kepala udang karena sulit memahami pelajaran sederhana.
E
Beliau adalah tiang kampung yang dihormati di wilayah ini.
NO. 124
Link Soal
Bacalah kalimat ini: 'Ciri-ciri peradaban Hindu terlihat jelas dari fisik candi Gebang yang cenderung tinggi... yang dibangun pada masa Dinasi Sanjaya.' Di manakah letak kesalahan ejaan pada kalimat tersebut?
A
peradaban Hindu
B
candi Gebang
C
27,6 meter persegi
D
dibangun pada
E
ukir-ukiran
NO. 125
Link Soal
Manakah di antara pemenggalan suku kata berikut yang TIDAK tepat (salah)?
A
La - ma
B
Kan - tor
C
Li - ur
D
Sin - ar
E
San - tan
NO. 126
Link Soal
Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi global, Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk membentuk dan membakukan istilah-istilah baru dalam Bahasa Indonesia. Proses ini melibatkan kerja keras lembaga kebahasaan untuk mengadaptasi, menyerap, atau menciptakan padanan kata dari bahasa asing, seringkali diwarnai perdebatan panjang. Evaluasi mengapa keberhasilan pembentukan dan pembakuan istilah ilmiah dan teknologi dalam Bahasa Indonesia secara mandiri, terlepas dari kerumitannya, merupakan indikator krusial bagi kemandirian intelektual dan kedaulatan bangsa di era informasi global?
A
Penggunaan istilah baku dalam Bahasa Indonesia memudahkan masyarakat umum memahami konsep ilmiah dan teknologi, sehingga meningkatkan literasi sains nasional.
B
Pembentukan istilah mandiri mengurangi ketergantungan pada penerjemahan langsung, yang seringkali menyebabkan ambiguitas dan ketidakakuratan dalam transfer pengetahuan.
C
Kemampuan menciptakan dan membakukan istilah sendiri menandakan bahwa Bahasa Indonesia memiliki kapasitas untuk menjadi medium ilmu pengetahuan tingkat tinggi, yang esensial bagi pengembangan peradaban dan inovasi bangsa tanpa dominasi asing.
D
Proses pembakuan istilah secara nasional mendorong kolaborasi antarilmuwan dan pakar bahasa, memperkuat jaringan keilmuan di Indonesia.
E
Memiliki korpus istilah ilmiah yang lengkap dalam Bahasa Indonesia akan meningkatkan daya saing global dalam publikasi ilmiah dan paten, memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.
NO. 127
Link Soal
Tim redaksi jurnal ilmiah 'Paradigma Edukasi' sedang dalam tahap akhir penyuntingan naskah untuk edisi mendatang. Salah satu artikel penting ditulis oleh seorang akademisi terkemuka, Rahmawati Suryaningrat, yang memegang gelar Doktor (Dr.), Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan Magister Humaniora (M.Hum.). Berdasarkan pedoman gaya penulisan jurnal yang mengacu pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEB), penulisan nama dan gelar akademik kontributor harus sangat presisi. Setelah meninjau berbagai draf, manakah penulisan nama dan gelar Dr. Rahmawati Suryaningrat yang paling tepat dan sesuai dengan kaidah PUEB?
A
Dr Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
B
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd, M.Hum.
C
DR. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
D
Dr. Rahmawati Suryaningrat, S.Pd., M.Hum.
E
Dr. Rahmawati Suryaningrat S.Pd., M.Hum.
NO. 128
Link Soal
Korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) adalah musuh utama integritas ASN. Ironisnya, dalam beberapa kasus praktik KKN, penggunaan Bahasa Indonesia seringkali dimanipulasi untuk menyamarkan tindak pidana, menyusun klausul kontrak yang ambigu, atau menyampaikan informasi yang menyesatkan publik. Misalnya, laporan keuangan yang dibuat dengan kalimat berbelit-belit, istilah-istilah teknis yang tidak jelas, atau eufemisme untuk menutupi penyalahgunaan wewenang. Penggunaan bahasa yang demikian jelas bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam good governance.
Jika Anda seorang ASN yang bertugas di unit pengawasan internal dan menemukan indikasi manipulasi bahasa dalam dokumen resmi yang mencurigakan, bagaimana Anda akan menyikapi penggunaan Bahasa Indonesia yang tidak transparan tersebut untuk menegakkan integritas birokrasi?
A
Mengirimkan dokumen tersebut kepada lembaga kebahasaan untuk dianalisis struktur bahasanya, dan jika ditemukan ketidakbakuan yang signifikan, dijadikan bukti awal indikasi penyimpangan.
B
Melakukan investigasi mendalam terhadap substansi dokumen, sambil mencatat dan menganalisis pola penggunaan bahasa yang ambigu atau berbelit-belit sebagai salah satu indikator potensi praktik KKN.
C
Mewajibkan seluruh pejabat untuk mengikuti pelatihan Bahasa Indonesia yang fokus pada penggunaan bahasa yang lugas, jelas, dan transparan dalam setiap laporan dan komunikasi resmi, tanpa terkecuali.
D
Mengembangkan sistem pelaporan internal yang menekankan pada penggunaan Bahasa Indonesia yang standar dan mudah dipahami, serta menolak dokumen yang tidak memenuhi standar kejelasan tersebut.
E
Menyusun pedoman anti-korupsi yang secara spesifik mencantumkan pentingnya penggunaan Bahasa Indonesia yang transparan dan tidak ambigu dalam semua dokumen pemerintahan, serta sanksi bagi yang melanggar.
NO. 129
Link Soal
Pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Untuk mencapai tujuan tersebut, berbagai inovasi telah diimplementasikan dan evaluasi berkala dilakukan. Dalam konteks ini, perhatikan beberapa usulan perbaikan kalimat berikut yang diajukan oleh tim ahli bahasa untuk menyampaikan poin penting terkait transparansi dan akuntabilitas. Manakah kalimat yang paling tepat dan efektif sesuai kaidah PUEBI?
A
Pemerintah diharapkan terus meningkatkan transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang di keluarkan untuk publik.
B
Peningkatan transparansi dan akuntabilitas, dalam setiap kebijakan yang di keluarkan pemerintah, adalah krusial bagi publik.
C
Transparansi dan akuntabilitas harus selalu ditingkatkan oleh pemerintah, dalam setiap kebijakan yang dikeluarkannya, demi kepercayaan publik.
D
Setiap kebijakan yang di keluarkan pemerintah, harus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan juga akuntabilitas demi publik.
E
Untuk publik, transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan yang pemerintah keluarkan, perlu untuk ditingkatkan secara kontinyu.
NO. 130
Link Soal
Pemerintah Provinsi 'X' menginisiasi kebijakan agresif untuk mempromosikan dan menggunakan bahasa daerah dalam berbagai aspek pemerintahan, mulai dari surat-menyurat internal, pengantar rapat resmi, hingga nama-nama gedung dan acara publik, dengan tujuan melestarikan budaya lokal. Namun, dalam pelaksanaannya, seringkali Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara justru terpinggirkan atau hanya digunakan seadanya. Berdasarkan amanat konstitusi UUD 1945 dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara, bagaimana seharusnya pemerintah daerah menyeimbangkan upaya pelestarian bahasa daerah dengan penguatan kedudukan Bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan dan identitas nasional?
A
Menetapkan Bahasa Indonesia sebagai satu-satunya bahasa resmi untuk semua komunikasi pemerintahan dan melarang penggunaan bahasa daerah dalam konteks formal.
B
Mengintegrasikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya yang dilestarikan, namun tetap menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama dalam seluruh kegiatan pemerintahan dan komunikasi resmi kenegaraan.
C
Memberikan prioritas penuh pada penggunaan bahasa daerah dalam semua aspek pemerintahan di tingkat lokal untuk menjamin pelestariannya, dan membatasi Bahasa Indonesia hanya untuk komunikasi dengan pemerintah pusat.
D
Mendorong penggunaan Bahasa Indonesia dan bahasa daerah secara bergantian di setiap kesempatan, tanpa perlu ada hierarki prioritas yang jelas antara keduanya.
E
Memfokuskan pelestarian bahasa daerah melalui kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah, tanpa perlu mengaitkannya dengan penggunaan dalam administrasi pemerintahan sehari-hari.